Jam 7 pagi pesawat mendarat diFrankfurt, ketika saya keluar dari airbridge, EM
sudah menunggu dipintu. EM memakai airport pass dijasnya. Saya menanyakan dimana
RW dan anak anak. EM bilang bahwa mereka diluar menunggu saya.
Ketika bertemu dengan mereka, satu persatu saya peluk dan cium, langsung dari
airport kita menuju kota tempat EM dan keluarga tinggal, jaraknya kira kira 1
jam 30 menit liwat toll. Kita sampai dirumah kira kira jam 9.30. EM bilang bahwa
dia masih harus kembali kekantornya dan akan kembali sore hari. Saya dan anak
anak dan RW bisa jalan jalan sendiri. Saya, RW dan anak anak pergi kedowntown
untuk belanja pesanan isteri, anak anak dan makan siang. Waktu EM pulang dari
kantor, dia nanya apa saya mau pergi keluar untuk makan malam atau tidak? Saya
bilang boleh saja, saya ngikutin saja. EM, RW dan saya akhirnya pergi kesebuah
restoran kecil yang dekorasinya sangat romantis dan cozy. Kita selesai makan
malam kira kira jam 9 malam. Malam masih panjang, EM bilang kita sebaiknya pergi
kebar sebelum pulang. Kira kira sekitar jam 1030 malam kita pergi dari bar dan
EM bilang mau ngajak saya ketempat red district, saya tidak ingat nama
tempatnya, Saya dan EM masuk kesalah satu bar (RW tinggal dimobil) dimana ada TV
besar menanyangkan film porno, banyak sekali cewe cewe bule memakai baju yang
sangat minim.
EM mengajak saya menuju salah satu pintu besar, menuju sebuah koridor, ditempat
ini banyak sekali kamar kamar dengan cewe cewe berdiri didepan pintu, sebagian
memakai hanya celana dalam dan t-shirt. Salah satu dari cewe mengundang kami
masuk, EM berbicara dengan mereka dalam bahasa lokal dimana saya tidak tahu apa
yang dibicarakannya. EM kemudian bertanya apa saya mau nyoba dengan salah satu
cewe itu. Saya bilang tidak dengan dua alasan, RW menunggu diluar dan saya tidak
pernah membayar untuk tidur dengan cewe. Kalau saya ngentot dengan cewe bukan
karena uang, tetapi karena kita berdua mau sama mau.
Kita akhirnya keluar dan mutar mutar kota, saat ini sudah jam 1130. RW bilang
dia sangat capai dan ingin pulang. Kita sampai dirumah kira kira jam 12 malam.
Setelah mengucapkan selamat malam, saya pergi tidur dikamar keponakan saya.
Karena tidak tidur selama lebih dari 24 jam saya langsung saja tertidur. Dalam
tidur saya, saya merasa sesuatu yang enak dikontol saya, saya kira saya sedang
mimpi basah. Mimpinya kok tidak hilang hilang. Rasa dikontol saya menjadi lebih
enak dan enak, kontol saya terasa menjadi sangat keras dan tegang.
Dengan susah payah saya membuka mata dan surprise, RW sedang menghisap kontol
saya. Saya berusaha untuk bangun, tetapi RW menekan badan saya dan menyuruh saya
tetap berbaring dan menikmati. Menikmati adalah suatu hal yang gampang, tetapi
dengan keponakan dikamar yang sama membuat saya terbangun. RW berhenti menghisap
kontol saya dan mengajak saya keluar. Kita pergi keruang tamu dan duduk disofa.
Begitu saya duduk, RW langsung menurunkan celana saya dan mulai menghisap kontol
saya lagi. Saya tidak berusaha untuk menghentikannya karena rasanya sangat enak.
Tangan saya turun kememek RW dan ternyata sudah basah tanpa cd. Rupanya RW sudah
siap untuk dientotin.
Saya nanya "Dimana EM?"
RW bilang "lagi dikamar nunggu kita berdua".
"Nungguin kita?" Saya bertanya dan RW bilang iya!
"Kenapa EM nungguin kita?"
RW bilang "karena EM mau sharing memek saya dengan kamu."
"Benar nih, EM mau saya negentot dengan kamu?"
RW bilang "betul"
Saya minta RW kembali kekamar dan menanyakan sekali lagi apa betul EM mau
ngentotin RW dengan saya. RW kembali dan mengatakan bahwa EM menunggu dikamar.
Saya hanya menganggukan kepala dan mencium RW sambil memasukkan jari saya
kedalam memeknya. RW mengerang dan membuka paha dan memeknya. Kita berjalan
kekamar EM, dia sedang tiduran ditempat tidur. Saya tanya benar nih mau sharing
memeknya RW? Dia hanya menganggukan kepalanya. EM bilang dia merasa kasihan
dengan saya karena tidak jadi nyoba cewe dibar tadi. Dia bilang saya pasti
ngaceng mikirin cewe cewe bule tadi.
RW langsung berbaring ditempat tidur dan saya disebelahnya, terasa sangat
canggung karena saya tidak tahu harus mulai darimana. RW memulai dengan mencium
saya dan besamaan melepaskan celana saya, EM ternyata sudah telanjang duluan. RW
masih memakai baju dikurangi cdnya. RW memegang kontol saya dan mulai mengelus
ngelusnya, kontol saya lalu diisap oleh RW. Tanpa buang waktu EM memasukkan
jarinya kememek RW sambil menjilat itilnya. Tindakan EM membuat RW lebih giat
mengisap kontol saya. Isapan RW hampir membuat saya keluar, ini adalah pertama
kalinya saya melihat seseorang memasukkan jari kememek dari jarak yang sangat
dekat.
EM menarik badan RW sehingga RW dalam posisi bertumpu pada tangan dan lututnya.
Posisi ini membuat memek RW lebih terbuka bagi EM untuk menjilat dan menghisap.
Sambil mengisap kontol saya RW mencapai orgasm, RW mengerang dan mengeluh disela
sela kontol saya, sekali kali kontol saya digigit oleh RW. Orgasm RW sepertinya
sangat panjang dan lama. Tanpa buang waktu EM memasukkan kontolnya kememek RW.
Setiap kali EM medorong kontolnya kedalam memek RW, kontol saya juga bertambah
masuk kedalam mulut RW. Gerakan yang terko-ordinasi ini sangat menyenangkan. EM
memompa RW dengan lebih cepat dan keras, rupanya EM hampir keluar. EM berhenti
memompa memek RW. Tangan EM memainkan pentil dan memek RW bersamaan dengan
tangan saya. RW tidak dapat menahan diri lebih lama lagi, dan mulai keluar
dengan sangat panjang dan lama, ini adalah yang kedua untuk RW. Saya dan EM
belum keluar sama sekali.
Orgasm yang kedua ini lebih violent dibandingkan dengan yang pertama, RW menekan
memeknya kekontol EM dan menghisap kontol saya dalam dalam dimulutnya. Saya rasa
kemampuan RW untuk keluar dengan cepat sangat baik. Siapa yang bisa menyalahkan
RW, kalau saya dapat dua memek mungkin saya akan keluar lebih sering lagi. Saya
disudut lain dapat mengendalikan diri dengan baik. Ketika orgasmenya sudah
mereda, RW naik keatas badan saya dan memasukkan kontol saya ke memeknya.
Memeknya sangat basah dan mengeluarkan suara becek. EM hanya melihat saja sambil
memainkan kontolnya sendiri. Saya memasukkan jari saya kelobang pantat RW, RW
bereaksi dengan mengecilkan memek dan lobang pantatnya. Kontol saya diremas
keras oleh memeknya. Lendir dari memek RW membuat pantatnya basah sehingga
memudahkan saya memasukkan jari kedalam lobangnya. Ini adalah kedua kalinya saya
memasukkan jari kelobang pantat RW, pertama waktu saya ngentot dengan RW di
Jakarta. RW berusaha keras membuat saya keluar, Saya memasukkan jari kedua
kedalam lobang pantatnya dan mulai memompa pantat RW. Saya bilang ke RW jangan
lupa dengan EM.
Tanpa melepaskan kontol saya, RW memutar badannya dan kemudian menghisap kontol
EM, gerakan motoric RW sangat bagus, menghisap dan memompa bersamaan. Pijatan
memek RW sangat enak, memeknya masih ketat dan kuat, padahal RW sudah punya dua
anak.
Isapan RW ternyata menghasilkan sesuatu, EM memegang rambut RW dan menekan
kepala RW dalam dalam, kontol EM hilang kedalam mulut RW, RW hanya mengikuti
saja sampai akhirnya EM keluar didalam mulut RW. Dengan erangan yang cukup
keras, EM menyemprotkan pejunya didalam mulut RW, RW terus menghisap dan menelan
peju EM sampai habis. Saya melihat EM menggelinjang keenakkan dan geli karena
diisap oleh RW. RW tidak lama kemudian mulai memompa kontol saya dengan keras
dan cepat, dia memutar badannya dan mencium saya, terasa asin dan bau peju
dimulut RW, saya tidak bisa menolak. Rasanya aneh tapi saya tidak punya pilihan.
RW mengecilkan memeknya dan napasnya menjadi cepat, dengan gerakan cepat dan
sekaligus RW menekan kontol saya kememeknya. Erangan RW mulai terdengar dan dia
mulai mencapai orgasm yang ketiga. Yang satu ini tetap seperti yang pertama dan
kedua, sama keras dan violentnya. Saya menebak berapa kali RW bisa keluar dalam
satu malam. Saat ini saya tidak bisa menahan diri lagi dan saya bilang kalau
saya akan keluar, RW bilang kasih kesaya semuanya dan tekan lebih keras lagi!
Saya menekan memeknya keras keras sampai badan RW terangkat keatas dan kontol
saya benar benar masuk semua kedalam memeknya. RW berusaha menekan memeknya
kebawah dan ini membuat rasa sakit disaya. Rasa sakit ini ternyata dapat
dikalahkan oleh rasa ingin keluar yang sudah lama ditahan. Peju saya keluar
muncrat kedalam memek RW, Pantat RW saya dorong kebawah sambil menekan kontol
saya kememeknya. Gerakan dan muncratan peju saya membuat RW mencapai orgasm
lagi. RW mengerang dengan keras dan menciumi saya sambil memeluk dengan keras.
Terasa peju saya keluar dari memeknya dan mengalir kepantat saya.








